Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit
Kulit – Kulit adalah bagian terluar dari tubuh kita maka kita harus merawat
kulit dengan baik jika tidak akan mudah terserang penyakit seperti yang
disebutkan dibawah ini.
Kulit Kering
Kulit kering adalah suatu keadaan
dimana kulit kehilangan kelembaban sehingga tampak pecah-pecah. Kondisi ini
sering terjadi terutama pada usia di atas setengah baya. Kulit kering lebih
banyak ditemukan pada tiroid yang kurang aktif. atau penurunan berat badan yang
berlebihan.
Pada kulit kering yang parah (iktiosis) biasanya disebabkan oleh
penyakit keturunan. seperti iktiosis vulgaris atau hiperkeratosis
epidermolitik. Sabun yang terlalu keras, detergen dan wewangian dalam beberapa
pelembab bisa menimbulkan iritasi kulit dan membuat kulit kering. Untuk
pencegahan bisa dilakukan dengan mengoleskan pelembab Secara teratur pada
seluruh kulit tubuh, atau memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
• Kurangi penurunan kelembaban
kulit dengan mengubah kebiasaan mandi yang lebih singkat dengan menggunakan air
hangat.
• Kurangi pemakaian sabun. Batasi
penggunaannya hanya di daerah wajah, ketiak, maupun alatkelamin. Keringkan
kulit secara perlahanslngat, penambahan umur menyebabkan berkurangnya pelumasan
kulit.
• Hindari cuaca dingin dengan
tingkat kelembaban yang rendah
• Kurangi penyejuk ruangan,
pemanas ruangan, atau kebiasaan duduk dekat pempian dan kipas pemanas.
• Jangan terlalu sering berenang
terutama jika airnya terlalu banyak mengandung klorin.
Iktiosis juga bisa terjadi akibat
dari kelainan yang tidak diturunkan, seperti lepra, tiroid yang kurang aktif,
limfoma. AIDS, dan sarkoidosis. Kulit kering bisa mengalami iritasi dan sering
menimbulkan gatal, kadang kulit terkelupas dalam serpihan-serpihan kecil
(bersisik).
Pembentukan sisik sering terjadi pada tungkai bawah. Penderita
iktiosis vulgaris kulitnya bersisik tanpa disertai lepuhan, sedangkan penderita
hiperkeratosis epidermolitik memiliki lepuhan tebal dan berbau busuk, dengan
kulit yang bersisik dan terasa nyeri.
Gatal-Gatal
Gatal-gatal adalah suatu perasaan
yang secara otomatis menuntut penggarukan yang bisa menyebabkan kemerahan dan
goresan dalam pada kulit. Penggarukan bisa membuat iritasi kulit yang
selanjutnya akan menambah rasa gatal. Penggarukan dan penggosokan jangka
panjang bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan penebalan kulit.
Gatal
bisa disebabkan oleh suatu penyakit kulit seperti infestasi parasit (skabies
pedikulosis), gigitan serangga, kaligata, dermatitis atopik, dermatitis kontak,
dermatitis alergika, maupun penyakit sistemik. Kontak dengan bahan wol atau
bahan iritan (misalnya pelarut atau kosmetik) juga bisa menyebabkan
gatal-gatal.
Penyakit sistemik yang dapat
menyebabkan gatal-gatal adalah penyakit hati, gagal ginjal, limfoma, leukimia,
penyakit tiroid, diabetes, dan kanker. Gatal-gatal juga sering terjadi pada
akhir masa kehamilan. Sedangkan obat-obatan yang dapat menyebabkan gatal adalah
barbiturat, aspirin, dan obat lain yang menimbulkan reaksi alergi pada
orang-orang tertentu.
Jika kulit meradang, biasanya diberikan krim atau lotion
pelembab yang tidak berbau dan berwarna atau senyawa yang mengandung mentol
kamper, kamomil, eukaliptus, dan kalamin. Krim corcosteroid juga bisa membantu
mengurangi peradangan dan mengendalikan gatal-gatal, namun hanya terbatas
gatal-gatal pada lingkup kecil.
Antihistamin peroral (hydroxizin dan
diphenhydramine bisa membantu mengurangi gatal-gatal, tetapi obat ini
menyebabkan kantuk. Antihistamin biasanya tidak diberikan dalam bentuk olesan
langsung ke kulit karena bisa menyebabkan reaksi alergi.
Follikulitis, Bisul dan Karbunkel
Follikulitis adalah peradangan
pada selubung akar rambut/kerusakan folikel rambut yang disebabkan oleh infeksi
bakteri stafilokokus. Folikulitis bisa terjadi di bagian kulit mana pun,
biasanya merupakan akibat dari pergesekan dengan pakaian, penyumbatan folikel
rambut, dan pecukuran.
Akibatnya kulit yang terkena akan
ruam, berwarna kemerahan, dan terasa gatal. Disekitar folikel rambut timbul
beruntus-beruntus kecil berisi cairan yang bisa pecah, setelah itu mengering,
dan membentuk keropeng. Untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus,
dilakukan pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi.
Sedangkan Bisul (furunkel)
merupakan infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan
subkutaneus di sekitarnya. Penyebabnya bakteri statilokokus, bakteri lain, atau
jamur. Penyakit ini paling sering ditemukan di daerah leher, payudara, wajah,
dan bokong. Jika timbul di sekitar hidung, telinga atau pada jari-jari tangan,
akan terasa sangat nyeri.
Bisul berawal dari benjolan keras berwarna merah yang
mengandung nanah. Selanjutnya benjolan ini berfluktuasi dan tengahnya membentuk
pustula berwarna putih atau kuning. Jika pecah mengeluarkan nanah dan kadang
mengandung sedikit darah. Jika furunkel sering kambuh maka keadaan tersebut
disebut furunkulosis.
Karbunkel adalah sekumpulan bisul
yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut.
Penyebabnya adalah bakteri statilokokus. Pembentukan dan penyembuhan karbunkel
terjadi lebih lambat dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan
infeksi yang serius. Karbunkel lebih sering terjadi pada pria dan banyak
ditemukan di leher bagian belakang. Penyakit ini mudah menyerang penderita
diabetes, gangguan sistem kekebalan dan dermatitis.
Jerawat
Jerawat adalah suatu keadaan di
mana pori-pori kulit tersumbat sehingga timbul beruntus-beruntus dan abses
(kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi. Jerawat paling sering menyerang
remaja, tetapi bisa terjadi pada semua usia.
Keadaan ini biasanya mulai timbul
pada masa pubertas dan bisa berlanjut selama bertahun-tahun. Kemungkinan
penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar sebasea
(kelenjar penghasil minyak) di kulit. Perubahan hormonal lain yang juga bisa
memicu timbulnya jerawat terjadi pada masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil
KB. atau stres. Makanan hanya sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali
terhadap timbulnya jerawat, meskipun beberapa penderita beranggapan mereka peka
terhadap makanan tertentu.
Selama masa pubertas, kelenjar
sebasea lebih aktif dan menghasilkan minyak yang berlebihan dan mengering,
kulit terkelupas sehingga bakteri berkumpul dalam pori-pori kulit, dan
membentuk komedo. Komedo inilah yang menyumbat aliran minyak dari selubung akar
(folikel) ke pori-pori.
Jika penyumbatannya parsial, akan
timbul bintil hitam, namun jika penyumbatannya total akan timbul bintil putih.
Bakteri yang tumbuh dalam pori-pori yang tersumbat, menguraikan beberapa lemak
di dalam minyak dan menyebabkan iritasi kulit. Bintil hitam dan bintil putih
inilah yang merupakan jerawat yang mengalami iritasi dan jika semakin memburuk
terbentuk abses.
Kadas/Kurap
Kadas/Kurap adalah suatu infeksi
jamur pada kulit yang disebabkan oleh beberapa jamur yang berbeda, dan biasanya
dikelompokkan berdasarkan bagian tubuh yang terkena. Biasanya disebabkan oleh
trichophylon atau epidermophyton, yaitu jamur yang bisa tumbuh di daerah lembab
dan hangat, di antara jari-jari kaki. Jamur ini bisa menyebabkan terbentuknya
sisik-sisik yang sangat halus disertai ruam yang gatal, kasar dan menimbulkan
nyeri di sela-sela jari kaki dan tepian kaki.
Tahi Lalat
Tahi Lalat adalah pertumbuhan
kulit yang kecil, berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit) di kulit.
Biasanya berwarna coklat tua atau hitam, tetapi bisa juga berwarna merah atau
kuning coklat. Ukuran tahi lalat bervariasi, bisa mendatar atau menonjol,
permukaannya pun bisa halus atau kasar dan bisa juga berambut. Hampir semua
orang memiliki sekitar 10 buah tahi lalat, yang biasanya tumbuh pada masa
kanak-kanak atau remaja. Sel-sel pigmen memberikan respon terhadap perubahan
kadar hormon, karena itu tahi lalat bisa tumbuh membesar, atau bertambah gelap
selama kehamilan berlangsung.
Tanda-tanda perubahan pada tahi
lalat yang mengarah kepada keganasan diantaranya :
– Ukurannya bertambah besar.
– Warnanya semakin gelap.
– Meradang.
– Warnanya berubah dalam bentuk
bintik-bintik.
– Terjadi pendarahan.
– Lukanya terbuka.
– Terasa gatal dan nyeri.
Kebanyakan tahi lalat tidak
berbahaya dan tidak harus diangkat. Tetapi beberapa tahi lalat sangat
menyerupai keganasan (melanoma maligna) dan sulit untuk membedakannya. Selain
itu, tahi lalat yang jinak bisa berkembang menjadi melanoma maligna.
Hampir seluruh
kasus melanoma maligna berawal sebagai tahi lalat. Karena itu tahi lalat yang
mencurigakan sebaiknya diangkat dan diperiksa dengan mikroskop. Jika telah
terbukti bahwa sebuah tahi lalal bersifat ganas maka perlu dilakukan pembedahan
tambahan untuk mengangkat kulit di sekitarnya.
Pengobatan Tradisional Herbal Untuk Eksim dan Bisul
Asam Jawa (Tamarindus lndica,
Linn.)
Cara membuat : 1 Genggam daun
asam jawa yang masih muda (sinom), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari, keduanya
ditumbuk sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit.
Wortel (Daucus Carot. Linn.)
Cara membuat : 1 Umbi wortel
diparut dan dicampur dengan 1 sendok teh kapur sirih sampai merata. Tempelkan
pada bagian yang sakit, lalu di balut. Atau 3 umbi wortel diparut lalu diseduh
dengan 2 gelas air masak. Minum 2 kali sehari secara teratur.
Sangketan (Heliotropium Indicum
L.)
Cara membuat : 60 Gr akar
ditambah sedikit garam direbus. Minum. Atau lumatkan campuran daun segar + nasi
dingin. Tempelkan pada bisul.
Catatan : Wanita hamil dilarang menggunanya,
karena bisa menyebabkan keguguran.
Pengobatan Tradisional Herbal Untuk Kusta
Daun Encok (Plumbago Zeylanica L.
)
Cara membuat : Ambil akar daun
encok. Cuci dan tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit susu dan air sambil
diaduk merata hingga menjadi adonan. Oleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Pengobatan Herbal Untuk Menghilangkan Jerawat :
Belimbing Asam (Averhoa Bilimbi.)
Cara membuat : 3 Buah belimbing
asam diparut. Tambahkan garam secukupnya, aduk merata. Gunakan sebagai bedak
untuk wajah.
Belimbing Wuluh (Averhoa Bilimbi
L.)
Cara membuat : 6 buah belimbing
wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang digiling halus. Remas dengan 2 sdm air
jeruk nipis. Gosokkan pada wajah yang berjerawat (3x sehari).
Pengobatan Tradisional Herbal Untuk Panu
Lengkuas (Alpinia Galanga, Linn.,
Willd.)
Cara membuat : Rimpang umbi
lengkuas dan kapur sirih secukupnya. Tumbuk kedua bahan tersebut sampai halus.
Gosokkan pada bagian yang sakit setiap pagi dan sore. Atau rimpang lengkuas
dipotong-potong, gosokkan pada bagian yang sakit. Kemudian olesi dengan spirtus.
Pengobatan Tradisional Herbal Untuk Cacar Air
Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza,
Roxb)
Cara membuat : 1 Tangkai buah
asam yang sudah masak, 1 1/2 rimpang temulawak diiris tipis-tipis dan
dikeringkan. Rebus kedua bahan tersebut dengan 1 liter air sampai mendidih.
Saring, minum airnya 2 cangkir sehari (pagi dan sore).
Demikian penjelasan tentang obat tradisional untuk penyakit kulit, semoga bermanfaat. Mohon share pada yang lain. Terima kasih
Sumber : detiklife.com








0 Response to "Bahan Tradisional Ini Mampu Mengatasi Berbagai Penyakit Kulit Anda!"
Posting Komentar