Pengidap kanker hati akan ditangani dengan jenis pengobatan yang sesuai dengan stadium kanker masing-masing. Terdapat tiga cara utama yang dapat dilakukan untuk menangani kanker hati:
Reseksi: mengambil bagian organ hati yang terpengaruh.
Transplantasi Hati: operasi untuk mengganti organ dengan hati yang baru.
Radiofrequency ablation/RFA (pengangkatan dengan frekuensi radio): menggunakan panas untuk membunuh sel-sel bersifat kanker.
Pasien dapat sembuh total jika saat didiagnosis kanker, kanker yang dia derita berada pada stadium A. Namun penyembuhan total tidak dapat dilakukan jika kanker dideteksi berada pada stadium B atau C. Sedangkan pada stadium D, perawatan hanya akan berfokus pada meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Pengangkatan Kanker Hati Melalui Pembedahan
Bedah reseksi dilakukan dengan mengangkat sel-sel bersifat kanker melalui operasi. Pada umumnya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk memulihkan organ Anda setelah operasi. Namun Anda sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit dalam waktu 6-12 hari setelah operasi.
Namun seperti semua prosedur medis, bedah reseksi juga memiliki risiko. Sekitar 25 persen operasi reseksi hati menimbulkan komplikasi seperti infeksi, pendarahan atau trombosis vena dalam. Diperkirakan dari 30 orang yang menjalani operasi reseksi hati, terdapat 1 orang yang meninggal setelah atau saat operasi. Ini dikarenakan reseksi hati terkadang dapat menyebabkan komplikasi mematikan seperti serangan jantung.
Transplantasi Dengan Donor Hati
Transplantasi dapat dilakukan menggunakan organ dari orang yang sudah meninggal maupun pendonor yang masih hidup. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan:
Transplantasi Dari Orang Yang Meninggal
Reseksi: mengambil bagian organ hati yang terpengaruh.
Transplantasi Hati: operasi untuk mengganti organ dengan hati yang baru.
Radiofrequency ablation/RFA (pengangkatan dengan frekuensi radio): menggunakan panas untuk membunuh sel-sel bersifat kanker.
Pasien dapat sembuh total jika saat didiagnosis kanker, kanker yang dia derita berada pada stadium A. Namun penyembuhan total tidak dapat dilakukan jika kanker dideteksi berada pada stadium B atau C. Sedangkan pada stadium D, perawatan hanya akan berfokus pada meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Pengangkatan Kanker Hati Melalui Pembedahan
Bedah reseksi dilakukan dengan mengangkat sel-sel bersifat kanker melalui operasi. Pada umumnya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk memulihkan organ Anda setelah operasi. Namun Anda sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit dalam waktu 6-12 hari setelah operasi.
Namun seperti semua prosedur medis, bedah reseksi juga memiliki risiko. Sekitar 25 persen operasi reseksi hati menimbulkan komplikasi seperti infeksi, pendarahan atau trombosis vena dalam. Diperkirakan dari 30 orang yang menjalani operasi reseksi hati, terdapat 1 orang yang meninggal setelah atau saat operasi. Ini dikarenakan reseksi hati terkadang dapat menyebabkan komplikasi mematikan seperti serangan jantung.
Transplantasi Dengan Donor Hati
Transplantasi dapat dilakukan menggunakan organ dari orang yang sudah meninggal maupun pendonor yang masih hidup. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan:
Transplantasi Dari Orang Yang Meninggal
- Dapat memakan waktu cukup lama untuk menunggu donor yang cocok.
- Hasilnya lebih baik dibanding dari pendonor yang masih hidup.
Transplantasi Dari Pendonor Yang Masih Hidup
- Tidak perlu menunggu terlalu lama.
- Tingkat komplikasi prosedur ini lebih tinggi.
- Hasilnya cenderung tidak sebaik jika menggunakan hati dari seseorang yang sudah meninggal.
Selain itu, transplantasi hati hanya tepat dilakukan untuk kasus tertentu. Prosedur ini biasanya cocok jika tumor berdiameter kurang dari 5 cm. Namun tidak akan bermanfaat jika Anda mengidap beberapa tumor atau satu tumor yang berdiameter lebih dari 5 cm. Transplantasi hati dapat direkomendasikan untuk:
Pengidap dengan tiga atau beberapa tumor dengan diameter kurang dari 3 cm
Pengidap tumor yang sangat responsif terhadap pengobatan hingga tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan tumor hingga enam bulan kemudian.
Membunuh Sel Kanker dengan Frekuensi Radio
Pengidap dengan tiga atau beberapa tumor dengan diameter kurang dari 3 cm
Pengidap tumor yang sangat responsif terhadap pengobatan hingga tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan tumor hingga enam bulan kemudian.
Membunuh Sel Kanker dengan Frekuensi Radio
RFA atau Radiofrequency Ablation membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan ukuran tumor dengan proses pemanasan yang menggunakan aliran listrik.
Ablasi/pengangkatan dengan frekuensi radio dapat direkomendasikan sebagai langkah alternatif selain operasi untuk menangani kasus dengan satu atau beberapa tumor berdiameter kurang dari 5 cm.
Setelah menjalani prosedur, Anda dapat merasa tidak nyaman dan mengalami gejala menyerupai flu, seperti menggigil atau sakit otot selama beberapa hari. Walau jarang, komplikasi yang mungkin terjadi adalah pendarahan, infeksi, luka bakar kecil, atau kerusakan di sekitar organ.
Pengobatan Kemoterapi
Jenis kemoterapi yang direkomendasikan untuk menangani kanker hati stadium B dan C disebut kemoembolisasi (transcatheter arterial chemoembolization/TACE). Perawatan ini tidak menyembuhkan, melainkan hanya meredakan rasa sakit dan memperpanjang usia harapan hidup. Namun prosedur ini tidak direkomendasikan untuk menangani kanker hati Stadium D karena dapat memperburuk kondisi.
Kemoembolisasi dapat dijalankan saat pengidap sedang menunggu organ untuk transplantasi hati. Prosedur ini membantu mencegah penyebaran kanker ke sekitar hati saat penderita menanti hati cangkok.Kemoembolisasi dijalani dengan kombinasi dua teknik:
Membantu memperlambat pertumbuhan tumor dengan menyuntikkan gel atau butiran plastik kecil ke dalam pembuluh darah yang mengaliri tumor
Obat-obatan kemoterapi yang disuntikkan langsung ke hati Anda. Proses ini menghindarkan pasien dari efek samping yang sering dikaitkan dengan ‘kemoterapi tradisional’ seperti rambut rontok dan kelelahan.
Sekitar sebulan setelah menjalani kemoembolisasi, respons tubuh terhadapnya akan dievaluasi dengan CT scan.
Sekitar 30% pasien yang menjalani kemoembolisasi mengalami efek samping yang dikenal sebagai sindrom pasca-kemoembolisasi dengan gejala mual, muntah, sakit pada perut, demam, dan kehilangan nafsu makan. Efek samping ini dapat hilang 1-2 minggu setelahnya.
Selain itu, ada juga beberapa komplikasi kemoembolisasi yang lebih jarang terjadi:
- Peradangan pada hati.
- Memburuknya fungsi hati. Biasanya bersifat sementara.
- Pembengkakan perut akibat penumpukan cairan.
- Kerusakan pada saluran atau kantong empedu.
Pilihan Suntikan Alkohol
Suntikan alkohol bertujuan membuat sel-sel kanker mengalami dehidrasi dan menghentikan aliran darah ke tumor. Pengobatan ini hanya dapat dilakukan jika Anda hanya mengidap beberapa tumor kecil.
Sorafenib
Sorafenib adalah tablet yang digunakan untuk mengobati kanker hati pada kasus tertentu. Tidak semua kasus kanker hati dapat diobati dengan sorafenib. Pada kasus kanker hati stadium lanjut, penggunaan sorafenib mungkin tidak disarankan karena manfaatnya yang terbatas. Tim medis akan memeriksa apakah obat ini cenderung mendatangkan manfaat atau kerugian, dan tepat atau tidak jika digunakan kepada Anda.
Suntikan alkohol bertujuan membuat sel-sel kanker mengalami dehidrasi dan menghentikan aliran darah ke tumor. Pengobatan ini hanya dapat dilakukan jika Anda hanya mengidap beberapa tumor kecil.
Sorafenib
Sorafenib adalah tablet yang digunakan untuk mengobati kanker hati pada kasus tertentu. Tidak semua kasus kanker hati dapat diobati dengan sorafenib. Pada kasus kanker hati stadium lanjut, penggunaan sorafenib mungkin tidak disarankan karena manfaatnya yang terbatas. Tim medis akan memeriksa apakah obat ini cenderung mendatangkan manfaat atau kerugian, dan tepat atau tidak jika digunakan kepada Anda.
Sumber : http://alodokter.com

0 Response to "BERIKUT BEBERAPA CARA UNTUK PENGOBATAN KANKER HATI!!! TOLONG BANTU SHARE"
Posting Komentar